tetap sama
Masih di kamar ku di Maninjau, 31 Juli 2023
hampir satu tahun, september akan datang 2 bulan lagi dan itulah lamanya aku menganggur. sungguh melelahkan dan seperti perjalanan tiada ujung, dan saat ini aku kehabisan bahan bakar. bagaimanapun aku menyemangati diri dan bersikap berfikiran baik, nyatanya rasa sakit dan sesak ini akan sulit untuk dipahami orang lain. dalam ketidakberdayaan yang kurasakan, mungkin benar hanya media inilah tempatku menumpahkan segala keluh kesah dan duka batin ku. aku tidak tau sampai kapan nasib malang ini akan terus membelenggu ku. aku berusaha apa yang mampu ku lakukan, tapi secercah cahaya dan bantuan belum Tuhan hadirkan, lantas kapan Tuhan sesak ini sudah kembali ku rasakan. Kenapa Tuhan tidak permudah jalan ku padahal aku meminta dan memohon hal itu dari waktu ke waktu. Apa Tuhan tidak menyukai jalan yang mudah dan lancar untukku, tapi Tuhan bagi ku ini sungguh terlalu sulit. Kau bilang kepada Mu lah aku meminta dan memohon, aku setiap waktu memohon banyak hal padamu, tapi aku ingin bekerja itulah permohonan paling utama yang ingin aku panjatkan sekarang, dan prosesnya ini sulit, apa aku boleh meminta berilah kemudahan dan kelancaran? siapa lagi kali ini yang bisa membantu ku
kemarin kami tidak punya beras untuk di masak, tidak punya gas untuk merebus air minum, tidak punya bahan makanan untuk dimasak, dan aku hanya bisa menangis meratapi nasib, memangnya aku bisa lakukan apa lagi? dalam tangisan aku memohon berilah rezeki dan sperti biasa chalistha selalu orangnya, lantas bisakah aku di masa depan membalas hutang budi yang begitu besar ini?
izinkan aku segera bekerja Tuhan, bagaimana selanjutnya aku akan hidup jika terus begini? rasanya fikiran ku begitu sakit dan aku hanya buntu dan gelap dalam kebuntuanku.
Komentar
Posting Komentar