2023 akankah harapan baru akan menyelamatkan ku?

 Hari Minggu, 19 Desember 2022

masih di Tangerang, dan tidak tau akan kemana pergi tahun besok. 


25 tahun dan masih belum menjadi apa-apa dan siapa-siapa. Hari demi hari melihat postingan teman entahkah mereka tengah berbulan madu, tengah mempersiapkan hari bahagia, sedang bekerja dengan giat, atau sedang semangat-semangatnya mengurus anak  mereka. Dan aku hanya masih menulis di blog ini. Tidak ada pencapaian yang baik, dan berarti. ya, harus di apresiasi Alhamdulillah aku berhasil menyelesaikan perkuliahan ku genap 7 tahun, setelah begitu banyak drama dan berbagai masalah. Rasanya jika hari ini kupikirkan masa-masa 2 tahun lalu, 2020 aku kemana, dan melakukan apa saja, kenapa rasanya aku menyia nyiakan usia muda 23 tahun yang ideal untuk menamatkan kuliah dan mencoba pengalaman magang. 2 tahun yang ku sia sia kan dahulu, mampukah ku tebus kembali?

22 itu emang tidak mudah, berat untuk ku akui, tapi memang begitu adanya, aku mungkin jatuh atau entah apa orang menyebutnya, aku tidak bisa mengatakan itu cinta sesungguhnya, atau hanya sebuah hiburan, apakah aku betul mencintainya? atau hanya perasaan yang ku nikmati di awal usia 20 an. tapi hal itu membekas cukup dalam dan membuatku mempertanyakan apakah arti cinta sesungguhnya, dan apakah aku benar-benar merasakan perasaan semacam itu? aku juga tidak yakin tentang menemukan seseorang yang seperti rumah, seseorang yang bisa menjadi sandaran. apakah aku mampu menemukan yang demikian?

aku rasa proses ku menuju hal itu masih jauh, meski umur ku sudah tidak belia, 25 tahun harusnya usia yang baik untuk menemui orang dan memulai hubungan seperti itu. tapi aku sadar diri, bukannya aku tidak tau dan tidak memiliki value diri sendiri, hanya saja, aku benar-benar merasa saat ini berada dalam lubang cukup dalam dan masih membutuhkan banyak usaha untuk bangkit dan naik ke atas menyelamatkan diri sendiri, mencari jalan keluar. apakah aku mampu menemukan jalan ku sendiri?

aku sangat overthinking, rasanya mulai putus asa, kapankah Tuhan akan mengijinkan ku mulai bekerja, aku tidak bisa menapik perasaan ku menerima email penolakan itu setiap hari, hingga akhirnya aku menulis ini dan menangis. berhari-hari aku menghadapinya tanpa menangis, aku menyembunyikan perasaan ku sendiri, seperti biasa kau juga tau aku tidak mampu menceritakan pada siapapun. rasa nya menyedihkan, tapi aku benar tidak mampu membagikan perasaan ku pada siapapun.

aku suka menangis sendiri, dan bercerita pada mu seperti ini, seperti menangis tanpa suara sudah menjadi bakatku.

meeellll, saat aku kehilangan semangat dan dorongan seperti ini apa yang harus aku lakukan? aku tidak tahu, atenggorokan ku selalu sakit dan tercekat, tapi aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. 

aku harap kau akan tetap baik-baik saja, dan semoga segera Tuhan membantu mu, 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan Kekinian Padang