buntu (lagi)

 15 Februari 2022

aku mendengarkan zikir pagi dari Muzammil Hasballah ketika aku menulis ini

seperti judul, beberapa hari ini aku merasakan kebuntuan. aku ingin mencari teman untuk berdiskusi dan bertukar pandang tapi tak ku temukan. aku tidak tau siapa yang harus ku temui atau ku ajak berbincang agar aku mendapat pencerahan. aku terpaku dan saat ini terus berdoa agar Allah yang maha Pengasih dan Maha Penyayang memberi ku petunjuk segera. hamba mu yang lemah ini memohon petunjuk di jalan yang benar Ya Tuhan, Allah tempat mengadu dan berlindung, tempat semua hambanya menyerah dan kembali, jangan biarkan aku terlarut dalam kemalasan sehingga yang ku rasa hanya kebuntuan, atau jangan biarkan aku terlalu terlena tentang dunia yang sementara ini, karena pada hakikatnya, bukankah suatu hari nanti kehidupan dunia yang megah dan begitu agung ini hanya akan hancur, porak poranda dan hancur. lantas sebenarnya apa yang diperjuangkan manusia mati-matian di dunia? sehingga ia rela lalai terhadap akhiratnya? aku tau, aku tidak pantas mengatakan ini, disaat aku masih merasa usaha ku untuk dunia lebih besar dari pada akhirat ku. tapi semakin lama hidup, aku merasa bahwa mungkin inilah hidup, kita sukit untuk tidak terbuai dengan kesenangan nyata yang kita rasakan saat ini. tapi, bagaimana pun sekeras apapun usaha untuk menggai gemerlap dunia, memang tempat kita kembali berbeda dari ini, kit akan mati pada saat yang sudah Allah tentukan, dan akan selalu menjadi rahasianya, tanpa kita ketahui, tidak ada seorang, mungkin apabila seseorang mengetahuinya ia mendapat bisikan dari setan. sejatinya, manusia tidak dapat mengetahui rahasia rahasia Allah, kita adalah makhluk yang Allah ciptakan untuk menyembah dan mengabdi padanya. dunia ini adalah rumah sementara untuk kita, tempat berjuang, tempat berperang, tempat mengumpulkan bekal yang akan menlong dan menyelamatkan kita nantinya di akhirat. jadi, dunia adalah tempat singgah sementara. 

meski dunia sangat gemerlap, berkilauan, dan akan membuah terlena, sadari diri mu bahwa tujuan akhir kita bukan ini, kita masih harus memang menjalani kehidupan dunia dengan sebaik-baiknya, agar akhirat kita, kita menjadi orang yang beruntung.

mengingat kematian, mengingat tempat kita kembali, aku rasa mungkin ini dapat menjadi salah satu cara pengngat yang  baik tentang tujuan kita di dunia/


kita di dunia untuk apa?


dalam kebuntuan ku di pagi hari menulis ini, aku memohon kepada Allah, izinkan aku lulus dan menyelesaikan kuliah ini. aku ingin tamat untuk membantu amak, ayah, kakak, keponakan ku, setidaknya itu yang selalu aku utamakan dan aku fikirkan.

jadi, ya Allah

dalam doa, dn dalam tulisan tulisan ku disini, aku selalu mencurahkan isi hati dan isi fikiran ku, aku mohon jangan biarkan kebuntuan ini menghambat ku, menimbulkan rasa malas pada ku. aku mohon, bantulah hamba mu ini, izinkan dan ridhoi agar hamba lulus dan tamat kuliah. hamba mohon, hamba mohon


bismillahirrahmanirrahim

dengan nama mu yang suci hamba mu yang lemah selalu ingin berlindung dibalik nama mu..


mel, kita bisa melakukan ini, kan?

ayo, yes you can

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan Kekinian Padang