sebuah cara
Pustaka Unand
22 Desember 2022
hari ini aku kembali kesini, ku rasa ini memang tempat favorit ku.
aku juga tidak menyangka akhir-akhir ini mood menulis ku sepertinya sedang bagus
saat ini, aku menyetel dzikir pagi Muzammil, andai aku bertemu seseorang seperi dia di kehidupan nyata ku, aku pasti senang sekali. aku bermimpi mempunyai pasangan yang mampu menuntun ku lebih baik, jauh lebih baik di banding saat ini, aku ingin memperbaiki kesalahan ku, kesalahan orang tua ku. aku bermimpi agar anak-anak ku tumbuh dengan mental yang lebih baik dan kuat.
aku, dengan tidak ingin mendugje diriku sendiri, sebenarnya aku tidak ingin, tapi apakah aku harus mengakui benar adanya, atau aku membutuhkan diagnosis untuk lebih yakin dan lebih tepat? entahlah aku tidak pernah mendapatkan konseling psikologis, dan aku tidak begitu memahami betul akan hal itu. aku juga tiak tau dari mana aku mendapatkan perawatan professional
aku akan ceritakan apa yang aku rasakan
aku sering kali khawatir, mengkhawatirkan sesuatu yang belum pasti akan terjadi, overthinking ku, aku mudah merasa stress dan down. fikiran- fikiran negatif ini cukup mengganggu dan menghambat ku, aku pada saat-saat tertentu sering merasa tidak aman, tidak nyaman, canggung bahkan takut terhadap seseorang. aku tidak suka dihubungi secara acak, dan aku hanya terbuka kepada orang-orang yang sudah aku kenal sangat lama. aku mengalami kesulitan dalam komunikasi, meski secara konteks dan secara professional aku mampu melakukannya. aku sering ragu-ragu pada diriku sendiri, tidak percaya diri, dan banyak ketakutan-ketakutan yang benar-benar menghambat ku. secara mental dan emosional, aku tidak tau harus berbicara ini kepada siapapun, aku hanya berharap semoga tulisan ini berguna suatu hari ini, untuk siapapun yang ku tinggalkan, meski pun aku tau tidak ada yang akan tau atau mengakses blog ku ini.
aku merasa apakah aku akan menerima diriku dan melakukan perbaikan, ya ku merasa perlu untuk seperti itu. seseorang berkata bahwa sepertinya setiap manusia dilhirkan dengan kemampuan yang berbeda-beda. dia menyebutkan bahwa kemampuannya adalah cepat pulih dari hal-hal negatif, ia cepat lupa dan pulih dari kesehatan mental. aku iri padanya.
secara emosional, aku kesulitan ntuk mengekspesikan diri ku di hadapan orang lain, aku merasa canggung dan aneh, tapi aku merasa nyaman ketika menuliskannya.
harapan ku ketika aku menulis ini adalah, aku ingin perlahan-lahan melangkah dengan lebih percaya diri, melangkah satu per satu untuk menghilangkan ketakutan, fikiran-fikiran negatif ku, tak apa jika dimarahi, tak apa jika di maki sekalipun, aku sudah cukup sering bukan menangis, sudah cukup sering kepikiran hal-hal yang seharusnya tidak ku fikirkan seperti itu
jadi mel, mari kita kuat, tak apa, tak apa
semua akan baik-baik saja
kita bisa melewati ini mel,
mari saling mempercayai
aku tau ini sulit, tapi kamu bisa menemui ku dan menangis bersama.
jangan lagi biarkan hal-hal ini mempengaruhi mu mel. ingatlah kamu melakukan ini untu ibu mu yang selalu khawatir, ayah mu yang sering mengeluh sakit.
ya Allah, ya Tuhan ku, sesungguhnya engkau lah yang maha mengetahui apa-apa yang ada dalam hati dan fikiran ku, hamba mu ini memohon sehatkan keduanya, dan panjangkan umurnya. hamba ingin memberi kehidupan yang layak untuk nya di hari tua meski mungkin hanya sebentar. hamba ingin mengajaknya jalan-jalan, membeli apa yang mereka inginkan, memastikan mereka mendapatkan perawatan jika diperlukan. izinkan hamba segera lulus dan dapat pekerjaan yang baik ya Allah.
amiin allahuma amiin.
Komentar
Posting Komentar