bolehkah menyerah?

 Pustaka Unand

15 Februari 2021


bulan-bulan berlalu, aku kembali ke tempat ini. 


hal-hal tak terduga datang silih berganti, kehilangan hp awal tahun lalu, awal tahun ini laptop ku rusak, harddisknya juga rusak. ada-ada saja.

aku terus bertanya, kenapa hal-hal tak terduga dan sulit terjadi padaku? pernah kah aku merasa baik-baik saja dan mampu menyelesaikan semuanya, nyatanya aku memang mengeluh, berkeluh kesah atas hal-hal tak terduga yang terjadi padaku. aku mempertanyakan Tuhan kenapa harus sesulit ini, aku perlahan menyadari ketidak mampuan ku. Tuhan tolong.... tolong aku.

apa yang sebaiknya ku lakukan, batin dan mental ku terlalu lemah, nafasku terasa tertatih, salahkah aku berharap, atau apa yang harus ku lakukan untuk melegakan perasaan ku. aku menyadari dalam kesulitan ini memang aku menemukan beberapa orang secara tiba-tiba dan aku bersyukur atas itu. 

Tuhan, beri aku keberanian, setidaknya kebenarian menghadapi diri sendiri, menerima diri sendiri, jika apa yang telah aku kerjakan memang tak sebagus orang lain, bantu aku membuat lega menerima bahwa itulah aku yang apa adanya, begitu banyak kekurangan.

aku belajar

lebih memahami diriku 

menerima bahwa inilah diriku

yang aku sadari begitu lemah, penakut dan memiliki banyak pemikiran yang juga menakutkan.

lantas memangnya mengapa?

apakah aku benar-benar seburuk itu?

adakah orang yang dengan tulus berada di sisiku dan mendukungku, aku juga ingin, aku ingin tau. aku  ingin merasa aku juga bahagia, aku berarti bagi orang lain, tidak munafik dan memungkiri aku juga ingin dicintai. aku berdoa agar aku bisa seutuhnya menyanyangi diriku sendiri sehingga nanti pada saat yang tepat Tuhan juga akan pertemukan aku dengan orang yang tepat.

saat ini, aku memang tidak memikirkan orang itu. aku juga menyadari bahwa aku memiliki banyak kekurangan, apakah masih ada orang yang mau menerima aku yang begini adanya, sebelum itu tentu saja aku yang harus pertama benar-benar menerima dan mencintai diriku yang apa adanya. jujur saja kadang aku merasa begitu tidak baik-baik saja, aku merasa tidak pantas untuk siapapun, tidak ad begitu banyak hal yang baik tentang ku, aku tidak berasal dari keluarga yang kaya, aku juga tidak begitu pintar, tidak ada yang begitu membanggakan tentang ku, 

namun berbicara demikian, aku juga merasa banyak hal yang harus ku syukuri, aku tidak ingin Tuhan berpaling dariku, aku beruntung memiliki ayah dan amak, kakak ku, dan keponakan keponakan yang ingin ku besarkan, aku bersyukur untuk itu. aku juga bersyukur memiliki mata, tangan dan kaki yang normal, aku bisa melihat, berjalan dan pergi kemana pun aku mau, mungkin usaha ku yang masih kurang, aku harus bangkit dan berjuang lebih keras, aku ingin memberi hari tua yang layak untuk ayah dan amak, aku setidaknya ingin membawa mereka ke tempat yang bagus, makan di restoran, kami bahkan tidak pernah makan di luar sekalipun, kami juga tidak punya foto keluarga yang bisa dipajang di ruang tamu. aku ingin segera wisuda agar kami bisa berfoto bersama. aku ingin segera bekerja dan memberi uang mingguan ke mak dan ayah. aku ingin di hari tua mereka tidak memikirkan uang lagi dan hidup dengan nyaman. tuhan mohon buatlah keinginan ku ingin bisa aku usahakan dan buat menjadi kenyataan. izinkan aku memilikikehidupan yang baik, pertemukan juga hamba dengan orang yang baik hingga hamba bisa memberi kehidupan yang baik untuk ayah dan amak. 


karena merekalah alasan ku masih berjuang hingga hari ini, meski jalan ku begitu lambat dan aku juga tidak tau kapan aku bisa mencapai titik itu, hamba mohon panjangkan umur mereka berdua, berikan kesehatan kepada keduanya, sehingga meskipun hamba begitu lambat, hamba tidak terlambat. izinkan lah ya Tuhan, ya Allah, ya Rabb seseungguhnya hamba percaya engkau sangat tau hamba sangat mengharapkan pertolongan dan ridhaMu. menulis ini rasanya juga sedang berdoa padamu, dengarlah permintaan hamba, hamba mohon. aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan Kekinian Padang