sendiri
Pustaka Unand
14/12/2020
hari ini aku disini, dua kali bolak balik tidak mengetahui betul apa yang sedang aku kerjakan. aku mencoba berfikir, dan meresapi apa yang sebenarnya aku inginkan. bahan itu sudah disetujui sejak akhir bulan 11 kemarin, tapi berkasnya masih saja belum ku berikan ke biro akademik. selama berminggu minggu ini aku terus berfikir, berusaha meyakinkan diri sendiri. aku juga tau, sangat sulit rasanya berbagi cerita dan mengungkapkan betapa gundah, gelisah, khawatir dan perasaan-perasaan aneh yang menyerangku. aku mencoba tenang dan memahami satu per satu perasaan yang menyerangku itu. walaupun waktu yang kuhabiskan untuk berfikir itu benar-benar bukan waktu yang singkat, tapi anehnya aku tidak bisa meninggalkan kebiasaan itu, berfikir dan merenungkan kembali. sejujurnya aku takut, aku menyiapkan mental untuk ini, bahkan membayangkan hari itu datang juga seperti sesak nafas.
pada akhirnya memang aku bertekad untuk melakukannya
aku meyakinkan diriku dari hari ke hari, entah itu bekerja atau tidak, yang pasti langkahku masih saja belum bulat
Tuhan, Ya Allah entah kekuatan dari mana, berikanlah kepadaku, sehingga aku bisa percaya pada diri ku, tidak ragu melangkah dan menghadapinya.
tapi,
meski begitu,
apa yang sudah aku lakukan sejauh ini, usaha ku sejauh ini, dan niat ku yang masih ingin terus berusaha, aku mohon angkat itu sebagai sebuah apresiasi.
aku sudah berusaha
dan aku akan terus berusaha menjadi lebih baik dan menampilkan diriku yang lebih baik
aku berharap aku bisa mengatasi perasaan ini di dalam minggu ini.
aku datang sendiri,
ku lihat begitu banyak junior di jurusan, gelak tawa mereka, terdengar riuh dan menggema sampai ke lantai paling atas jurusan, lalu aku berjalan menyadari haaa mungkin ini maksudnya di tengah keramaian, aku masih saja merasa sepi.
tidak ada lagi teman seangkatan
tidak ada lagi teman se kos
tidak ada lagi teman-teman terdekatku
lantas? memang kenapa? apakah aku memang benar-benar sendiri?
aku berusaha menerima kenyataan yang ada
sebenarnya sejak awal aku mencoba membiasakan diri dengan kesendirian ini. semua nya menyenangkan jika aku bisa menikmatinya. tidak apa-apa kata ku pada diri sendiri. semuanya nanti akan berlalu, jadi aku menyuruh diriku bersabar pada ku yang lamban.
padahal, aku menemani langkah beberapa orang terdekatku, sampai mereka benar-benar selesai, tapi kemudian aku hanya tinggal sendiri. dulu perasaan ini juga salah satu perasaan yang ku takuti hanya dengar memikirkannya. aku bisa merasa sedih hanya dengan memikirkan betapa aku hanya sendiri, padahal keadaan demikian sudah berlangsung sangat lama dengan diriku. sedari kecil aku bukan orang yang pandai bergaul, aku hanya dekat dengan beberapa orang di hidupku, aku bahkan tidak mengenal banyak orang yang tidak pernah berinteraksi denganku. ya seperti itulah, entah harus bagaimana aku menyebutnya. kemudian kekecewaan ku pada beberapa orang, meski ku coba memahami dan menerima, namun aku kemudian menjadi membalikkan badan padanya, seolah mengalami rasa sakit, bahkan hanya ingin membiarkan saja, membiarkan waktu mencuri kenangan yang telah ku habiskan dengannya, dan berharap semua berlalu begitu saja adanya.
Komentar
Posting Komentar