-MELUKIS SENJA-
Padang, 22 Oktober 2020
di sebuah kosan lamaku,
aku kembali kesini
hampir tiga minggu lalu
di sebuah gang masjid di samping atm
aku mengerti
perjalanan hidup yang kni kau lalui
aku berharap meski berat
kau tak merasa sendiri
kau tlah berjuang
menaklukan hari-hari yang tak mudah
biarkan ku menemani mu
membasuh lelahmu
Reff :
izinkan ku lukis senja
mengukir nama mu disana
mendengar kamu bercerita
menangis tertawa
biarku lukis malam
bawakan mu bintang2
tuk temani kamu yang terluka
hingga kau bahagia
aku disini
walau letih
coba lagi
jangan berhenti
aku berharap
meski berat kau tak merasa sendiri
kau tlah berjuang
menaklukan hari-hari mu yang tak mudah
biarkan ku menemani hari-hari yang tak mudah
back to Reff
Sebuah lagu dari Budi Doremi yang dirilis Juni tahun ini, 2020. namun aku juga suka mendengar versi cover dari Mity Sazia
hari ini setelah berminggu aku tidak menulis, aku berusaha menemukan lagi diriku. lirik dalam lagu ini, benar-benar menggambarkan perasaanku di fase ini. meski dalam kenyatannya, aku tidak tau harus berbagi kepada siapa. meski si tokoh dilagu ini seperti seseorang yang menawarkan bahunya untuk orang beharga yang ia sayangi. namun dalam kehidupanku, aku tidak memiliki orang seperti itu. sekalipun itu ada, orang tua dan kakak yang aku kasihi, aku enggan membagi resah dan gelisah ku pada mereka, jadi melalui blog ini aku menuliskannya. nanti, ketika di masa depan aku membaca lagi, semoga saja keadaan dan perasaanku sudah jauh lebih baik.
aku tidak berharap banyak, bukan juga sukses luar biasa, aku hanya ingin menjalani kehidupan normal sederhana, bertemu orang yang bisa saling bersandar, saling mengandalkan, dan menerima apa adanya. lalu melalukan kewajiban bakti ku pada mereka yang telah mengasihiku, merawatku hingga aku hadir di dunia ini, serta kakak yang senantiasa membantuku hingga aku masih kuliah saat ini. aku merasa terkadang menjadi beban baginya. kuliah ku sangat lama ku selesaikan, entah kapan, saat ini ku ketik kan, aku masih menunggu acc pembimbingku. rasanya sangat frustasi, rasanya menunggu sesuatu yang tak pasti, rasanya sesak dan ingin menghilang. tapi demi mereka, dan demi diri ku sendiri, aku masi disini hari ini, masih ingin berjuang. entah besok, entah lusa perjuangan hari ini akan membawa hasil yang baik bagiku, aku masih berusaha dan menunggu waktu untuk berbahagia seutuhnya.
aku ingin wisuda
bagaimana pun itu,.
waktu, nasib, dan Tuhan ku memohon buatlah tulisan ku ini menjadi doa doa yang tak akan Kau tolak, meski aku bukan hamba yang taat, aku tau Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan aku serahkan masa depan ku pada Mu dan pada usaha yang telah kupertaruhkan.
semangat ya :)))
Komentar
Posting Komentar